Donderdag 21 Maart 2013

Membuat rangkaian Adaptor

Adaptor banyak dipakai didalam beragam alat sebagai catu daya, layaknya amplifier, pesawat televisi mini, radio, tape, dan lain-lain. Bila dipandang dari tipe peralatannya, alat-alat tersebut tidak terlampau besar serta juga dapat disebut praktis dikarenakan bisa dengan mudah dipakai oleh seluruh orang. Dalam pembuatan rangkaian adaptor, untuk perlengkapan elektronika yang senantiasa membutuhkan tenaga listrik DC untuk reparasi ataupun untuk percobaan-percobaan, maka kita dapat menggunakan catu daya yang lebih irit serta stabil dibanding dengan batu baterai, dikarenakan batu baterai daya tahannya amat terbatas serta mudah berlangsung pergantian tegangan.
Sebenarnya rangkaian catu daya dapat beragam, ada yang sederhana tetapi biasanya kurang stabil, serta ada juga yang stabil layaknya catu daya yang variabel. layaknya pesawat-pesawat elektronika biasanya, maka rangkaian catu daya juga adalah satu rangkaian elektronika yang terdiri dari sebagian blok serta sisi yang memiliki peran serta manfaat yang berlainan, dikarenakan manfaat serta manfaat tiap-tiap sisi catu daya tidak terlepas dari sipat, manfaat, serta manfaat tiap-tiap komponen yang membentuknya. rusaknya pada type adaptor tersebut kerap didapati akibat hubungan singkat dari arus listrik dikarenakan itu mesti di perhatikan masukannya, karena hal tersebut umumnya punya pengaruh jelek pada ic.
Sistematika Pembuatan Rangkaian Adaptor :
  1. Menentukan rangkaian yang akan dibuat.
  2. Menggambar skema rangkaiannya di atas PCB, dapat mengikuti urutannya disini.
  3. Membuat rangkaian adaptor setelah gambar rangkaian di atas benar.
Setelah selesai membuat skema rangkaian adaptor diatas, skema rangkaiannya akan terlihat seperti gambar di bawah ini :
Rangkaian Adaptor
Dalam mendukung pekerjaan pembuatan rangkaian adaptor ini, Ada beberapa alat alat yang perlu digunakan, seperti solder untuk merekatkan komponen elektronik dengan PCB, bor untuk melubangi PCB, tang jepit dan atau tang kombinasi, dan obeng, baik obeng minus (-) atau obeng plus (+).
Sedangkan komponen-komponen elektronik yang diperlukan adalah sebagai berikut :
1. Diode 1 A  4 buah.
2. Capasitor 3 buah.
3. IC 7805 1 buah.
4 . IC 7812 1 buah.
5. Papan PCB 10 x 7 cm
6. Kabel  2 m.
7. Tinol  2 m.
8. Larutan pelarut papn PCB 1 bungkus.
9. Trafo 2 A.
10. Jack DC 2 buah.
Penggunakan adaptor ini bertujuan untuk mengubah aliran listrik AC jadi arus listrik DC yang rendah, yang cocok dengan tegangan baterai yang diperlukan, contohnya : 3 volt, 4, 5 volt, 6 volt, 9 volt, serta 12 volt. Adaptor amat pas untuk perlengkapan elektronika yang membutuhkan listrik DC, karna dengan menggunakan sumber daya adaptor dapat membuat konsumsi listrik menjadi lebih irit bila dibandingkan dengan menggunakan batu baterai. Dan penggunaan adaptor ini sangat berguna untuk bikin alat-alat elektronika yang lain misalnya amplifier, radio, televisi mini, serta alat-alat elektronika yang lainnya. Oleh karna itu adaptor banyak di pakai didalam beragam alat-alat elktronika.
Demikian uraian mengenai cara pembuatan rangkaian adaptor, semoga dapat menambah wawasan anda dalam mengenal lebih jauh tentang rangkaian elektronika.

Ilmu dasar elektronika

  • 1. Pengenalan Sistem Alat UkurElektronika dan Sistem Kelistrikan AC dan DC
  • 2.  Ohmmeter adalah alat ukur listrik untuk mengukur hambatan. Cara penggunaanya adalah dengan menghubungkan alat ukur dengan ujung-ujung material yang akan diukur hambatanya, dimana alat ukur dihubungkan secara seri. Ammeter digunakan untuk mengukur arus yang mengalir suatu rangkaian. Untuk mengukurnya maka alat ukur harus dihubungkan secara seri, sehingga arus melalui kumparan pada alat ukur. Voltmeter adalah alat ukur untuk mengukur tegangan. Voltmeter harus dihubungkan secara pararel dengan ujung-ujung terminl yang diukur.
  • 3. Sistem Kelistrikan ACAC singkatan dari Alternating Current, dalam bahasa indonesia dikenal dengan arus bolak- balik. Pada dasarnya pembangkitan listrik menghasilkan arus bolak-balik, karena memanfaatkan perubahan fluks terhadap waktu yang memotong kumparan dalam proses menghasilkan arus induksi. Dimana arus induksi inilah yang akan ditransformasi melalui transformator dan dikirim ke konsumen.
  • 4.  . Bentuk gelombang tegangan bolak-balik adalah seperti gambar berikut ini.
  • 5.  Sistem Kelistrikan DCSistem kelistrikan DC (direct current) di indonesia kebanyakan digunakan dalam sistem tegangan rendah, secara khusus untuk peralatan elektronik seperti radio, Laptop, Handphone, dll. Karena distribusi energi listrik di Indonesia menggunakan sistem bolak balik, maka dibutuhkan penyearah untuk mengubahnya ke dalam sistem searah. Inilah sebabnya mengapa kebanyakan peralatan elektronika menggunakan adaptor.
  • 6.  Gambar berikuti ini menunjukkan gelombang tegangan ataupun arus searah.
  • 7.  Resistor Kapasitor / kondensator Induktor Dioda Transistor
  • 8.  Resistor adalah komponen dasar yang fungsinya adalah untuk menghambat aliran arus listrik. Rumus resistor :R = resistorΡ (rho) = koefisien resistenℓ = panjang materialA= Luas Permukaan material.Satuannya dinyatakan dalam Ω (baca Ohm)
  • 9. - Tiga buah cincin warna mengidentifikasikan nilai tahanan sebuah resistor tetap.- pembacaan warna dimulai dari ujung terdekat.- Cincin pertama = digit pertama nilai tahanan- Cincin kedua =digit kedua dari nilai tahanan- Cincin ketiga = faktor pengali – sebuah nilai pemangkatan bilangan 10 atau banyaknya angka nol dibelakang kedua digit pertama.
  • 10.  Dihubungkan secara Seri Dikatakan hubungan seri jika ujung satu resistor dihubungkan dengan pangkal resistor lain, demikian seterusny sehingga terjalin hubungan seri. Rumus = Rs = R1 + R2 + R.. +Rn
  • 11.  Dihubungkan secara pararel Dikatakan dihubungkan secara pararel adalah jika pangkal sebuah resistor dihungkan dengan pangkal resistor lain, demikian juga dengan ujung-ujungnya. Rumus =
  • 12.  10 buah hambatan identik masing-masing sebesar 10 Ω disusun seperti gambar berikut! Tentukan hambatan pengganti (hambatan total) antara titik A dan B dari gambar rangkaian di atas!
  • 13.  8 buah hambatan dengan nilai masing masing : R1 = 10 Ω R2 = 2 Ω R3 = 3 Ω R4 = 17 Ω R5 = 20 Ω R6 = 20 Ω R7 = 8 Ω R8 = 10 Ω Tentukan hambatan pengganti (hambatan total) antara titik A dan B dari gambar rangkaian di atas!